Pemilihan yang Bijak Antara Outsourcing dan Insourcing

PENDAHULUAN

Perkembangan tekhnologi informasi yang sangat pesat beberapa tahun terakhir, menyebabkan setiap perusahaan berlomba lomba untuk terus beradaptasi terhadap situasi persaingan.  Setiap konsumen menuntut adanya suatu pelayanan yang mudah, nyaman dan cepat dalam operasional perusahaan terhadap konsumennya.  Hal hal tersebut bisa didapat dengan aplikasi teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan untuk memnuhi kebutuhan konsumen tadi. 

Sayangnya, tidak semua perusahaan mempunyai sumber daya baik manusia, keahlian, dan modal yang memadai untuk mengaplikasikan teknologi informasi yang sesuai.  Hal ini memunculkan suatu alternative untuk membantu perusahaan tersebut untuk membangun system informasi di beberapa perusahaan.  Salah satu cara yang kini populer diterapkan adalah dengan mengadopsi sistem outsourcing. Sebelum tahun 1980, perusahaan cenderung untuk merencanakan, mengembangkan, mengoperasikan dan memelihara sistem informasinya sendiri. Namun, tren ini mulai berubah sejak beberapa perusahaan di negara-negara maju menyadari bahwa mereka harus lebih fokus dalam menjalankan bisnis utamanya dan menyerahkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan TI, seperti pemrograman software, kegiatan operasional harian, pemeliharaan, dan lain-lain kepada perusahaan TI profesional. Outsourcing tampaknya semakin diminati oleh sebagian besar perusahaan mengingat sering tidak jelasnya prospek dunia usaha yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat baik dari sisi demand, pasar maupun teknologi.

Selain outsourcing dikenal pula istilah insourcing.  Secara terminologi insourcing memiliki arti yang berlawanan dengan outsourcing. Ketika suatu organisasi mendelegasikan pekerjaannya ke entitas lainnya, yang bersifat internal namun bukan bagian dari organisasi, inilah yang disebut dengan insourcing. Entitas internal tersebut biasanya memiliki tim khusus yang mahir menyediakan layanan yang dibutuhkan. Perusahaan kadang-kadang memilih untuk melakukan insourcing karena memungkinkan mereka untuk melakukan pengawasan yang lebih baik daripada jika mereka memilih outsourcing.

Tulisan ini akan mencoba melakukan analisa untuk memutuskan, kapan suatu perusahaan harus memilih outsourcing, ataukah melalui cara insourcing, ataukan mix antara keduanya, sesuai dengan karakteristik perusahaan tersebut, sehingga perusahaan akan mendapatkan manfaat yang maksimal dari diterapkannya system informasi ini

TINJAUAN PUSTAKA

OUTSOURCING

Menurut O’Brien dan Marakas (2010) dalam bukunya “Introduction to Information Systems”, istilah outsourcing dalam arti luas adalah pembelian sejumlah barang atau jasa yang semula dapat dipenuhi oleh internal perusahaan tetapi sekarang dengan memanfaatkan mitra perusahaan sebagai pihak ketiga. Dalam kaitannya dengan SI, outsorcing digunakan untuk menjangkau fungsi SI secara luas dengan mengontrak penyedia layangan eksternal.

Outsourcing SI juga dapat diterjemahkan dengan penyediaan tenaga ahli yang profesional di bidang SI untuk mendukung dan memberikan solusi guna meningkatkan kinerja perusahaan. Hal ini dikarenakan sering kali suatu perusahaan mengalami kesulitan untuk menyediakan tenaga SI yang berkompeten dalam mengatasi kendala-kendala SI maupun operasional kantor sehari-hari (www.midas-solusi.com). Jadi, outsourcing adalah pemberian sebagian pekerjaan yang tidak bersifat rutin (temporer) dan bukan inti perkerjaan di sebuah organisasi/perusahaan ke pihak lain atau pihak ketiga.

Pada dasa warsa terakhir ini perkembangan teknologi informasi demikian pesatnya dan menjadi faktor penentu dalam mencapai keberhasilan. Ketepatan dan kecepatan informasi menjadi faktor penting bagi organisasi dalam memenangkan persaingan. Kebutuhan organisasi akan teknologi informasi sudah tidak diragukan lagi, dan outsourcing bisa menjadi alat yang efektif dan efisien untuk memenuhi permintaan terhadap teknologi informasi tersebut.

INSOURCING

Insourcing adalah mengoptimalkan karyawan dalam perusahaan untuk dipekerjakan di luar perusahaan berdasarkan kompetensi dan minat karyawan itu sendiri dan difasilitasi oleh perusahaannya. Insourcing bisa dalam bentuk bekerja di luar perusahaan secara fulltime, fifty-fifty atau temporary. Kompensasi yang diterima juga mengikuti pola tersebut. Artinya mereka akan dibayar secara penuh oleh perusahaan yang menggunakannya, atau sharing dengan perusahaan asalnya atau perusahaan asal hanya menanggung selisih gaji (Zilmahram, 2009). Insourcing juga dapat didefinisikan sebagai transfer pekerjaan dari satu organisasi ke organisasi lain yang terdapat di dalam negara yang sama. Selain itu, Insourcing dapat pula diartikan dengan suatu organisasi yang membangun fasilitas atau sentra bisnis baru yang mengkhususkan diri pada layanan atau produk tertentu (en.wikipedia.org). Dalam kaitannya dengan TI, Insourcing atau Contracting merupakan delegasi dari suatu pekerjaan ke pihak yang ahli (spesialis TI) dalam bidang tersebut dalam suatu perusahaan.

OUTSOURCING ATAU INSOURCING?

Pemilihan metode pengembangan SI ini merupakan salah satu titik kritis keberhasilan pengembangan SI di sebuah perusahaan.  Faktor faktor yang harus dipertimbangkan sangat kompleks, dari karakteristik perusahaan, sumber daya yang dipunyai oleh perusahaan dan faktor lainnya.  Lee et al. (2000) dalam Benamati dan Rajkumar (2002) mengemukakan bahwa sejumlah besar keputusan outsourcing didorong oleh masalah fundamental seperti  ekonomi, strategi dan teknis. Selanjutnya Lee (2004) menemukan beberapa perusahaan melakukan outsource untuk mencapai fleksibilitas produksi yang lebih tinggi, untuk mengembangkan kapasitas, atau agar lebih fokus pada kompetensi inti.  Namun mayoritas perusahaan melakukan outsource terhadap aktifitas produksi untuk mengurangi biaya atau  meningkatkan kualitas produk dengan menggunakan keahlian dari supplier mereka. Microsoft adalah salah satu perusahaan yang menggunakan outsourcing untuk memungkinkan teknologi informasinya bisa meningkatkan kapabilitas supply chain mereka (Bardhan et al., 2006.)

Banyak yang berpendapat bahwa biaya adalah motivasi utama dalam melakukan outsourcing (Hurley dan Schaumann, 1997). Permintaan terhadap keahlian teknologi informasi sangat tinggi dan mahal. Seringkali dianggap lebih murah menyewa seorang tenaga ahli daripada mengembangkannya sendiri. Selain itu sumber daya eksternal juga lebih siap untuk ditambah atau dikurangi dibanding staf tetap. Namun menurut Aalders (2002), generasi pertama yang melakukan outsourcing semata-mata karena dorongan biaya seringkali menemui kegagalan.

Alasan lain yang mendasari pemilihan outsourcing ini, menurut Hurley dan Schaumann (1997) adalah memperbaharui fokus pada kompetensi inti bagi organisasi atau bagi staf teknologi informasi di dalam perusahaan. Tidak semua organisasi memiliki sumber daya untuk mengembangkan teknologi informasi yang berkualitas tinggi. Usaha mereka lebih baik dipergunakan untuk fokus secara strategik pada sisi bersaingnya. Selain itu organisasi teknologi informasi yang tidak efisien juga bisa memotivasi penggunaan outsourcing. Banyak perusahaan yang menggunakan outsourcing untuk mengatasi masalah seperti tidak tersedianya keahlian di dalam perusahaan, kualitas yang jelek atau produktifitas yang rendah, permintaan yang sifatnya sementara atas keahlian tertentu, atau siklus hidup pengembangan produk yang panjang. Namun dibalik semua motivasi tersebut, keputusan untuk meng-outsource harus dibuat berdasarkan perspektif yang strategis dan memiliki tujuan dan sasaran yang jelas agar perusahaan benar-benar mendapatkan manfaat dari keputusan yang diambil.

Ada banyak pertimbangan kenapa sebuah perusahaan mengambil outsourcing sebagai strategi untuk operasional SI yang efektif. Selain pertimbangan biaya tentunya, adalah pertimbangan lain yang menjadi faktor pendorong terbesar seperti penyesuaian antara strategi SI dan strategi bisnis perusahaan.

Saat ini misalnya, hanya sedikit perusahaan yang dapat memisahkan antara strategi SI dan strategi bisnisnya. Pada praktiknya dilapangan strategi SI dan strategi bisnis saling berkaitan, dan kemampuan SI dalam banyak kasus menentukan bagaimana strategi bisnis. Adapun ada beberapa alasan sehingga perusahan memiliki untuk melakukan outsourcing, yaitu:

  1. Meningkatkan foKus bisnis karena telah melimpahkan sebagian operasionalnya kepada pihak lain
  2. Membagi resiko operasional Outsourcing membuat resiko operasional perusahaan bisa terbagi kepada pihak lain
  3. Sumber daya perusahaan yang ada bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lainnya
  4. Mengurangi biaya karena dana yang sebelumnya digunakan untuk investasi bisa difungsikan sebagai biaya operasional
  5. Memperkerjakan sumber daya manusia yang berkompeten karena tenaga kerja yang disediakan oleh perusahaan outsourcing adalah tenaga yang sudah terlatih dan kompeten dibidangnya
  6.  Mekanisme control menjadi lebih baik.

 

Keuntungan perusahaan yang menggunakan pendekatan outsource dalam mengembangkan sistem informasinya adalah :

  1. Perusahaan dapat lebih fokus pada bisnis intinya, karena pekerjaan telah diserahkan pada pihak ketiga untuk dikembangkan.
  2. Dapat melakukan alih skill dan kepandaian yang berasal dari perusahaan atau organisasi lain dalam mengembangkan produk yang diinginkan.
  3. Dapat memprediksi biaya yang dikeluarkan di masa datang
  4. Sistem yang dibangun perusahaan outsource biasanya merupakan teknologi yang terbaru,sehingga dapat menjadi competitive advantage bagi perusahaan pengguna.
  5. Dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan
  6. Bahasa pemrograman dan database disesuaikan dengan software yang sudah ada, sehingga menjadi seragam
  7. Dapat diintegrasikan dengan software yang telah ada, karena staff IT mengetahui source codenya. Dengan tambahan keuntungan yaitu ditangani oleh tim yang lebih profesional di bidangnya, sehingga software yang dikembangkan lebih bagus kualitasnya.
  8. Secara keseluruhan pendekatan outsourcing termasuk pendekatan dengan biaya yang rendah dibandingkan dengan insourcing, karena risiko kegagalan dapat diminimalisir

Kelemahan perusahaan yang menggunakan pendekatan outsource antara lain :

  1. Biayanya lebih mahal dibandingkan mengembangkan sendiri
  2. Kurangnya perusahaan dalam mengerti teknik sistem informasi agar bisa dikembangkan di masa mendatang, karena yang mengembangkan tekniknya adalah perusahaan outsource.
  3. Menurunkan kontrol perusahaan terhadap sistem informasi yang dikembangkan.
  4. Informasi-informasi yang berhubungan dengan perusahaan kadang diperlukan oleh pihak pengembang aplikasi, dan kadang informasi penting juga perlu diberikan, hal ini akan menjadi ancaman bagi perusahaan bila bertemu dengan pihak pengembang yang nakal.
  5. Ketergantungan dengan perusahaan lain yaitu perusahaan pengembang sistem informasi akan terbentuk.

 

Organisasi biasanya memilih untuk melakukan insourcing antara lain dalam rangka mengurangi biaya tenaga kerja dan pajak. Organisasi yang tidak puas dengan outsourcing kemudian memilih insourcing sebagai penggantinya. Beberapa organisasi merasa bahwa dengan insourcing mereka dapat memiliki dukungan pelanggan yang lebih baik dan kontrol yang lebih baik atas pekerjaan mereka daripada dengan meng-outsourcing-nya (www.outsource2india.com). Sedangkan menurut Zilmahram (2009), Insourcing dapat terjadi karena hal-hal sebagai berikut:

  1. Kompetensi karyawan yang tidak optimal dimanfaatkan di dalam perusahaan.
  2. Terjadinya perubahan yang mengakibatkan beberapa kompetensi tertentu tidak dibutuhkan lagi di dalam perusahaan.
  3. Sebagai persiapan karyawan untuk menempuh karir baru di luar perusahaan.

Adapun beberapa keuntungan dari pengelolaan SI dan TI dengan sistem insourcing antara lain:

  1. Perusahaan memiliki kendali yang besar terhadap SI/TI-nya sendiri.
  2. Mengurangi biaya tenaga kerja karena biaya untuk pekerja dalam perusahaan biasanya lebih kecil daripada biaya yang dikeluarkan untuk pekerja outsource.
  3. Menyalurkan pemanfaatan kompetensi perusahaan secara optimal.
  4. Memiliki kemampuan untuk melihat keseluruhan proses pengembangan SI.
  5. Sistem Informasi yang dibuat dapat direncanakan secara terstruktur sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  6. Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan (maintenance) terhadap SI karena proses pengembangannya dilakukan oleh internal perusahaan tersebut.
  7. Lebih mudah dalam mengintegrasikan SI yang dikembangkan oleh perusahaan dengan sistem yang sudah ada.
  8. Proses pengembangan sistem dapat dikelola dan dimodifikasi serta dikontrol keamanan aksesnya (security acces).
  9. Dapat dijadikan sebagai keunggulan kompetitif (competitif advantage) perusahaan dibandingkan pesaing.

 

Selain keuntungan-keuntungan di atas, pengelolaan SI dan TI dengan sistem insourcing juga memiliki kelemahan, diantaranya:

  1. Membutuhkan investasi yang tinggi karena biaya pembuatan sistem harganya sangat mahal.
  2. Pengembangan SI dapat memakan waktu yang lama karena harus merancangnya dari awal.
  3. Adanya communication gap antara IT Specialist dan user.
  4. Kesulitan dalam menyatakan kebutuhan users sehingga menyulitkan spesialis TI dalam memahaminya dan seringkali hal ini menyebabkan SI yang dibuat kurang memenuhi kebutuhan user.
  5. Adanya resiko yang harus ditanggung sendiri oleh perusahaan jika terjadi masalah atau kesalahan dalam pendefinisian kebutuhan data dan informasi.

Aplikasi SI yang diaplikasikan oleh Nestle contohnya, menggunakan SAP, dan menggunakan outsource dalam pembangunan dan pengembangan sistemnya.  Akan tetapi untuk pengawasan, security dan monitoringnya, Nestle menggunakan metode insourcing dengan memaksimalkan SDM di dalam Nestle sendiri.  Hal ini mempermudah flow operasional Nestle.

KESIMPULAN

Dari review diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa semua keputusan yang harus diambil oleh manajemen dalam rangka kesuksesan pembangunan, pengembangan dan maintenance SI suatu perusahaan, sangat tergantung dari ketepatan kita untuk memilih metode yang tepat untuk pelaksanaan proyek tersebut.  Metode Outsourcing, Insourcing ataupun metode mix antara keduanya sangat tergantung dari banyak faktor.  Faktor internal perusahaan, berupa karakter organisasi, budaya kerja, ketersediaan sumber daya manusia dan modal di dalam suatu perusahaan menentukan faktor faktor yang harus dipertimbangkan.  Sedangkan faktor eksternal yang mungkin berpengaruh adalah, kebutuhan konsumen, kemampuan pihak outsource dan faktor regulasi pemerintah adalah faktor yang juga penting untuk dipertimbangkan. 

Semua pilihan metode tersebut mengandung hal positif dan negatif, sehingga sebagai seorang manajer, kita dituntut untuk mampu manganalisa dengan tepat faktor-faktor tersebut, sehingga penentuan metode yang dipilih adalah yang terbaik untuk menghasilkan kesuksesan dalam aplikasinya.

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. Outsourcing vs Insourcing: What’s best for your Organization?.

 

 http://www.outsource2india.com/why_india/articles/outsourcing-versus-insourcing.asp.

_______. Outsourcing. http://en.wikipedia.org/wiki/Outsourcing.

_______. IT Outsourcing. http://www.midas-solusi.com/products-services,en,detail,9,it-outsourcing

O’Brien, J. A. 1999. Management Information System: Managing Information Technology in the Internetworked Enterprise. 4rd Edition. McGraw-Hill. New York.

O’Brien, J. A. and G. M. Marakas. 2010. Introduction to Information Systems, fifteenth edition. The McGraw-Hill Companies, Inc.

http://en.wikipedia.org/wiki/Selfsourcing

http://en.wikipedia.org/wiki/Insourcing

http://en.wikipedia.org/wiki/Outsourcing

http://searchcio-midmarket.techtarget.com/sDefinition/0,,sid183_gci1000947,00.html#

http://www.taufik.staff.ugm.ac.id/images/file/Kuliah_1.pdf

http://classes.uleth.ca/200402/mgt3061a/haag6s.ppt

http://intranet.aoa.nestle.com/id/corporate/

Blog terkait dan komentar:

  1. http://pakpid.wordpress.com/2010/01/05/self-sourcing-in-sourcing-and-out-sourcing/#comment-70

Memang dalam menentukan mau out/in sourcing, kita musti dengan tepat bisa mengukur kemampuan SDM IT kita. Karena setelah kita memutuskan, akan sangat tidak efektif apabila kita kembali dan berubah arah.

  1. http://triatmono.wordpress.com/2007/11/28/best-practice-it-outsourcing/#comment-209521

Ilmu baru berdasarkan pengalaman. Luar biasa. Memang kita harus menggunakan mix antara in dan out sourcing ya.  Tinggal bagian mana yang harus kita insource dan bagian mana yang outsource.  Semua itu tergantung dari sensitifitas data dan faktor lainnya. So, musti ditimbang timbang

  1. http://blog.outsourcingleadership.com/your-situation/strategy/79-which-comes-first-architecture-or-outsourcing.html#comments

For company who have a IT as their differentiation and core competency to support their business, so outsourcing will help you to ensure that your investment will return back guarantee, since this project is very costly investation budget

  1. http://www.allaboutgovernance.com/uncategorized/recent-it-outsourcing-at-symantec#comment-48

I agree with you that everything that have a relation with security, we should manage ourselves. So, its very important for us to define, which sector is should have outsource, and which sector is manage by ourselves (insourcing)

  1. http://tapmiblogs.wordpress.com/2010/03/22/generation-next-for-it-outsourcing/

It was interested if we discuss about IT outsourcing, since there are a big difference with conventional outsourcing.  Conventional outsourcing is about low cost, low level job. But if we talk about IT outsource, we talk about skillful people and high cost of budget

  1. http://blog.goyello.com/2009/12/23/major-it-outsourcing-trends-2010/

Outsourcing is needed in order to make company focus to their core competency.  So, this opportunity cost wil be a budget for outsourcing

  1. http://duabelasblogs.blogspot.com/2010/06/e-commerce-perkembangan-teknologi.html

Dengan semakin maraknya e-commerce, maka semakin marak juga industri outsourcing.  Hal ini karena setiap perusahaaan membutuhkan keyakinan bahwa sistem e commerce mereka harus bisa berfungsi dengan baik, yang bisa diprovide oleh pelayanan IT outsourcing

  1. http://www.tech-id.co.cc/2010/05/pendekatan-pengembangan-sistem.html

Outsourcing,Prototiping,Insourcing bukankah sesuatu bahasan yang berbeda?kalau kita ingin berbicara mengenai bagaimana metode pengembangan Sistem Informasi atau software,maka kita berbicara mengenai Prototyping,Trial and Errorr dan metode lainnya. Sedangkan kalau kita berbicara mengenai Bagaimana kita menyerahkan Pengerjaan Pengembangan Software atau Sistem Informasi,maka kita berbicara mengenai outsourcing,Insourcing dll. So,menurut saya kita harus jelas dalam mendefinisikan hal ini.thanks

  1. http://www.ekurniawan.net/artikel-it/pentingnya-outsourcing-bidang-teknologi-informasi-8.html#CommentForm

Pepatah yang anda sampaikan cukup menarik,tetapi hal ini tidak lagi berlaku untuk masa sekarang ini,dimana persaingan antar perusahaan outsourcing IT semakin ketat,yang mengharuskan mereka untuk profesional.akan sangat salah kalo perusahaan outsourcing tersebut mengorbankan image perusahaan mereka yang men generate long term bisnis,demi hanya sekedar kecurangan

  1. http://blogs.konsep.net/micowendy/2008/portal-outsourcing-it-consultant-pm-indonesia/comment-page-1/#comment-997

Usaha yang menarik.Outsourcing IT  selama ini hanya melihar faktor pengembangan SI yang dilakukan dari pihak ke tiga.SI SDM ternyata sesuatu kunci sukses dalam keberhasilan aplikasi SI di organisasi,so kalo anda bisa membuktikan kalo anda bisa provide best SDM,usaha anda pasti meledak..

  1. http://swa.co.id/2006/08/metrodata-tetap-fokus-pada-it-outsourcing-dan-distributor/comment-page-1/#comment-1734

Outsourcing menjadi suatu pilihan utama bagi perusahaan dalam mengembangkan sistem informasinya.so,usaha anda pasti akan lebih berkembang sejauh anda betul betul bisa menjaga attitude dan etika profesionalisme bisnis.

  1. http://pimpimarda.blog.com/2010/01/10/it-outsourcing/comment-page-1/#comment-69

Saya setuju apabila outsourcing menjadi pilihan bagi perusahaan dalam pengembangan IT nya.begitupun di Indonesia,hal ini juga terjadi.Tetapi kita perlu pertimbangkan untuk perusahaan yang menjadikan SI nya sebagai keunggulan bersaing mereka,biasanya perusahaan ini menggunakan tipe insourcing.

  1. http://duabelasblogs.blogspot.com/2010/06/e-commerce-perkembangan-teknologi.html

E commerce memang sedang marak. Dibutuhkan resources tekonologi yang baik untuk mendukung core competensinya.Menurut saya outsourcing murni tidak cocok untuk bisnis ini.mungkin mix antara insourcing dan outsourcing lebih cocok

  1. http://www.maestroglobal.info/manajemen-proyek-ti-pilihan-atau-keharusan/

Karena melibatkan jumlah dana yang sangat besar,maka strategi manajemen proyek harus tepat.outsourcing bukanlah satu satunya cara.semua tergantung situasi dan sifat perusahaan tersebut.

  1. http://irusdinar.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/31/pengembangan-sistem-informasi-secara-outsourcing-studi-kasus-pada-perbankan-di-indonesia/

Sistem perbankan memang memiliki persaingan yang ketat,dan keunggulan sistem informasi menjadi diferensiasi bagi perusahaan perbankan.kayanya kekuatan SDM menjadi key point dalam pengembangan SI,untuk insourcing

  1. http://rahard.wordpress.com/2007/12/06/mengusung-it-outsourcing/#comment-66251

Saya setuju mengenai keterbukan kita untuk mempersiapkan peluang pasar yang tinggi terhadap IT outsourcing, dengan mempersiapkan kualitas SDM, dan juga infrastruktur dan faktor pendukung lainnya.  Apabila gerakan kita lambat, maka negara lain yang notabene potensinya lebih kecil akan memanfaatkan peluang ini. Contohnya adalah Vietnam

  1. http://itkelinik.com/?p=113&cpage=1#comment-68

Penentuan keputusan untuk menggunakan Outsourcing bukanlah akhir dari proses pengambilan keputusan.  Hal yang harus dipikirkan lagi adalah bagaimana mencari vendor yang tepat untuk project kita.

  1. http://adabisnis.com/outsourcing-kan-pekerjaan-anda/

Outsourcing tidak akan berarti apabila kita tidak mempersiapkannya dengan baik segala sesuatunya.  So gambar anda kurang sesuai. Seolah olah semua sudah beres dengan anda memutuskan memilih outsourcing

  1. http://analisa.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/08/01/pengembangan-sistem-informasi-outsourcing-vs-insourcing/

So, kapan kita harus memutuskan menggunakan outsourcing, atau insourcing atau mix?

  1. http://sariumariah.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/27/hello-world/#comments

Halo sari

Thanks for sharing yang lengkap.  Saya setuju bahwa kita harus bisa melakukan analisa yang mendalam untuk menentukan kapan kita akan menggunakan Outsourcing dan kapan Insourcing

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.